Cebok
DEFINISI CEBOK
Cebok adalah tindakan membersihkan (membasuh) dubur atau kemaluan setelah
buang air. Cebok penting dilakukan untuk menjaga kesehatan. Cebok yang
bertujuan membersihkan dubur dapat dilakukan dengan menggunakan kertas
(dan bahan sejenis kertas) atau air. Selain itu, di beberapa kebudayaan,
cebok juga dapat dilakukan dengan menggunakan batu, daun, kain lap, dan lain-lain.
SEJARAH CEBOK
· Kertas
Penggunaan kertas dan bahan lain yang menyerupai kertas untuk cebok pertama kali ada di Cina. Kebiasaan ini kemudian menyebar ke Barat. Di beberapa tempat, terutama di wilayah-wilayah di mana tissue toilet belum tersedia, koran, direktori telepon,
dan produk kertas lainnya juga biasa digunakan. Meskipun dapat
menyebabkan toilet tersendat, penggunaan koran dan kertas lain masih
sering digunakan sebagai alat cebok di sebagian Afrika karena—meskipun
telah tersedia—harga tisu toilet belum dapat dijangkau.
• Air
Cebok menggunakan air umum dilakukan di Eropa, sebagian besar Amerika Selatan, dunia Muslim, subkontinen India dan Asia Tenggara, di mana orang menggunakan tangan kirinya untuk cebok dan tangan kanan untuk makan atau bersalaman.
Di negara dengan mayoritas agama Islam, penggunaan air untuk cebok terkait dengan adanya syariat yang menganjurkan menggunakan air untuk membersihkan semua kotoran, termasuk setelah buang air. Banyak orang di Asia Selatan dan Timur Tengah yang
memilih menggunakan air karena kurang yakin akan keefektifan tissue
toilet dalam membersihkan kotoran. Penggunaan air untuk cebok biasanya
juga dilengkapi dengan penggunaan sabun.
TIPS CARA CEBOK YANG BAIK
MEMILIH TOILET
Sebisa
mungkin pilihlah toilet jongkok untuk menghindari kontak dengan dudukan
toilet yang sangat mungkin terpapar bakteri, virus, maupun parasit
lainnya. Bila terpaksa menggunakan toilet duduk, khususnya di
tempat-tempat umum, gunakanlah terlebih dahulu cairan pembersih toilet
yang umumnya mengandung antiseptik serta tisu untuk membersihkan area
toilet yang akan bersentuhan dengan kulit. Cairan pembersih ini umumnya
sudah banyak tersedia di pasaran, baik dalam bentuk spray maupun sediaan
lainnya, bahkan beberapa toilet umum pun sudah ada yang menyediakan
cairan pembersih toilet. Atau saran dari Bidadari, lakukanlah Standing
Pee Ananto, selain menghindarkan kita dari kontak dengan toilet, juga
mengurangi paparan air kencing ke lubang vagina.
PENGGUNAAN AIR
· Selalu
gunakan air bersih untuk membersihkan baik area genital maupun area
dubur. Usahakan untuk tidak menggunakan air yang ditampung di bak air
maupun ember, terutama ketika menggunakan toilet umum. Gunakanlah air
mengalir baik dari shower maupun dari keran. Yang terbaik untuk
membersihkan organ intim, khususnya area vulva adalah menggunakan air
yang telah disaring supaya tidak mengiritasi.
· Jangan
pernah gunakan air panas pada daerah genital untuk menghindari
terjadinya kekeringan yang berlebihan dan iritasi yang menyebabkan luka.
Anda dapat mandi dengan air sepanas apapun, namun gunakan air hangat
ketika membersihkan daerah genital.
· Jangan
gunakan aliran air yang kuat dan langsung pada vagina karena akan
menghilangkan lubrikan pelindung dan memasukkan bakteri berbahaya serta
menyebabkan inflamasi.
PENGGUNAAN TISU TOILET
Yang terbaik tetaplah gunakan air untuk membersihkan organ intim maupun
area dubur. Gunakanlah tisu hanya untuk mengeringkan dan bukan sebagai
pengganti air. Ketika mengeringkan dengan tisu pun harus hati-hati,
karena seringkali sisa tisu toilet yang tertinggal di area organ intim
secara tidak disadari malah dapat memicu terjadinya keradangan. Cara
yang paling baik adalah dengan tetap menggunakan air bersih dan akhiri
dengan mengeringkan area vagina dengan menggunakan handuk lembut,
bersih, dan kering dengan cara ditepuk-tepuk dan bukan dengan digosok.
PENGGUNAAN SABUN DAN CAIRAN ANTISEPTIK
Sabun yang mengandung antiseptik memang sebaiknya digunakan untuk
membersihkan area dubur, namun tidak untuk area genitalia. Penggunaan
sabun akan mengiritasi dan mengeringkan mucus disekitar vulva sedangkan
sabun antiseptik akan membunuh semua bakteri, bukan hanya yang
berbahaya. Gunakanlah cairan antiseptik vagina hanya bila didapatkan
keluhan, misalnya keputihan, atau sesuai petunjuk dokter. Penggunaan
cairan antiseptik pada vagina secara berlebihan, terutama yang tidak
memiliki pH balanced, akan mengakibatkan perubahan pada pH vagina yang
menyebabkan bakteri-bakteri yang normal tumbuh di vagina mati, dan
akhirnya malah timbul keluhan-keluhan seperti keputihan.
PERHATIKAN KEBERSIHAN TANGAN
Selalu perhatikan kebersihan tangan saat akan cebok. Jangan menyentuh
organ intim dengan tangan yang masih kotor. Jangan juga membersihkan
vulva dan vagina langsung dengan tangan yang habis digunakan untuk
membersihkan area dubur. Cara yeng terbaik adalah mencuci tangan sebelum
dan sesudah cebok, serta setelah membersihkan dubur dan akan
membersihkan organ intim.
PERHATIKAN ARAH CEBOK
Bersihkan area genital dari depan ke belakang untuk menghindari
perpindahan bakteri dari dubur ke vagina, baik saat menyiram,
membersihkan, maupun mengeringkan. Sebisa mungkin juga bersihkan dari
arah dalam ke luar, dan bukan sebaliknya, untuk menghindari perpindahan
bakteri dari bagian luar organ intim ke dalam.
TIPS LAIN
· Saran
dari Bidadari untuk menjaga kesehatan organ intim adalah dengan
melakukan Standing Pee Ananto, Vagina Toilet Ananto, dan Valeri Ananto.
· Usahakan untuk mengajarkan cara cebok yang benar pada anak anda, khususnya ketika anda memulai toilet training.
AKIBAT CARA CEBOK YANG SALAH
Cara cebok yang salah dapat mengakibatkan terjadinya banyak hal, mulai
dari infeksi saluran kemih, infeksi organ kewanitaan yang menimbulkan
keluhan keputihan, bahkan dapat menjadi salah satu faktor resiko
terjadinya kanker serviks. Karena itu, perhatikanlah apakah cara cebok
anda sudah benar, perhatikan juga kebersihan organ intim anda, dan
segeralah berkonsultasi pada dokter bila memiliki keluhan.




